Postingan

Abu Nawas - Pertanyaan Yang Sama Namun Berbeda Jawaban

Gambar
Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit. Suatu hari ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama.  Orang pertama bertanya, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa kecil?” “Orang yang mengerjakan dosa kecil,” jawab Abu Nawas.  “Mengapa?”, kata orang pertama. “Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan.” kata Abu Nawas. Orang pertama pun merasa puas karena ia memang yakin begitu. Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa kecil?” “Orang yang tidak mengerjakan keduanya,” jawab Abu Nawas.   “Mengapa?” kata orang kedua.  “Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan,” kata Abu Nawas. Orang kedua langsung bisa mencerna jawaban Abu Nawas. Orang ket...

Abu Nawas dan Pukulan yang Menjadi Dinar

Gambar
Pada suatu hari Abu Nawas menghadap ke Istana. Ia pun bercakap-cakap dengan Sultan dengan riang gembira. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran di benak Sultan. “Bukankah Ibu si Abu Nawas ini sudah meninggal? Aku ingin mencoba kepandaiannya sekali lagi, Aku ingin menyuruh dia membawa ibunya ke istanaku ini. Kalau berhasil akan aku beri hadiah seratus dinar. “Hai, Abu Nawas,” titah Sultan, “Besok bawalah Ibumu ke istanaku, nanti aku beri engkau hadiah seratus dinar.” Abu Nawas kaget. “Bukankah beliau sudah tahu kalau ibuku sudah meninggal, tapi mengapa beliau memerintahkan itu,” pikirnya. Namun dasar Abu Nawas, ia menyanggupi perintah itu. “Baiklah, tuanku, esok pagi hamba akan bawa ibu hamba menghadap kemari,” jawabnya mantap. Setelah itu ia pun mohon diri. Sesampai di rumah, setelah makan dan minum, ia pergi lagi. Dijelajahinya sudut-sudut negeri itu, menyusuri jalan, lorong dan kampung, untuk mencari seorang perempuan tua yang akan dijadikan sebagai ibu angkat. Rupanya tida...

Kisah Uang Seribu Dan Seratus Ribu ( Hidup Bermakna )

Gambar
Uang Rp1000 dan Rp100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama di cetak dan diedarkan Bank Indonesia.Mereka keluar pada saat bersamaan, berpisah dari bank, lalu beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda, terjadilah percakapan. Rp100.000 : Kenapa badanmu begitu lesu, kotor dan bau amis? Rp1.000 : karena begitu keluar dari bank, aku langsung ke tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan hingga tangan pengemis. Kalau kamu, kenapa kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih? Rp100.000 : karena begitu keluar dari bank, aku langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan hotel berbintang. Keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet. Rp1000 : pernahkah engkau mampir ke...

Kisah Abdullah Bin Mas’ud dan Pencuri

Gambar
Ini adalah kisah tentang salah seorang sahabat Nabi saw. Namanya ‘Abdullah ibn Mas’ud –semoga Allah meridhainya-. Ia memang bukan sahabat biasa. Ia juga seorang ulama. Tentangnya, Rasulullah saw pernah berkata : “ Sesungguhnya kaki ( Ibnu Mas’ud ) di timbangan Allah pada hari kiamat itu jauh lebih berat daripada gunung Uhud.” Bagaimanakah gerangan perilaku beliau sehingga mendapatkan karunia itu ? Inilah salah satu di antaranya… Suatu hari, beliau pergi ke pasar dengan membawa beberapa keeping dirham untuk membeli sedikit makanan. Tanpa diduga, ada seorang pencuri yang mencuri dirham-dirham itu. Orang-orang yang mengenal ‘Abdullah ibn Mas’ud lalu mendoakan kesialan untuk pencuri itu. Namun beliau justru mengatakan : “Kalian jangan mendoakan kesialan untuknya. Akulah pemilik dirham-dirham itu, aku akan berdoa untuknya, dan harap kalian mau mengaminkan doaku…” Beliau kemudian  berdoa : “ Ya Allah ! Bila engkau mengetahui bahwa orang yang mencuri dirhamku adalah orang berhajat padan...

Kisah Inspiratif Kakek 92 tahun yang Sedekah 150 Bungkus Nasi Setiap Jumat

Gambar
1001KisahTeladan  – Inilah kisah inspiratif seorang kakek berusia 92 tahun yang selalu sedekah ratusan nasi bungkus di Hari Jumat. Kakek tersebut bisa dipanggil dengan sebutan Mbah Asrori. Sehari-hari Ia mengajar mengaji kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Tidak sekedar mengajarkan kebaikan sedekah kepada anak muridnya, Mbah Asrori memberi contoh amalan baik tersebut dengan bersedekah 150 nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya setiap Jumat. Kakek yang asli Semarang tersebut, membagikan sendiri 150 nasi bungkus tersebut dengan sepeda onthel kesayangannya. Mbah Asrori berkeliling dengan sepeda membagikan nasi bungkus tersebut kepada pemulung, tukang becak serta siapa saja yang membutuhkan makanan. Penghasilan bulanan Mbah Asrori dari mengajar ngaji hanya sekitar Rp. 800 ribu setiap bulannya. Separuh penghasilannya tersebut Ia gunakan untuk membeli dagangan penjual nasi bungkus yang seorang janda di kampungnya. Dengan membagikan nasi bungkus sebagai sedekah kepada orang...

Humor Sufi : Nasrudin Kecil Menjaga Pintu

Gambar
Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!” Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya. “Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin. “Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya. Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.” Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil...

Kisah Inspiratif Sepasang Tua Renta Bau di Kereta

Gambar
Ini adalah kisah tentang pasangan tua renta yang sangat berbau menumpang kereta dari Stasiun Jakarta Kota. 1001KisahTeladan.com   – Hari itu, tampak sepasang tua renta naik kereta dari Stasiun Jakarta Kota. Kereta tersebut hendak menuju ke Depok. Belakangan diketahui, kakek dan nenek tersebut menumpang kereta dengan sebutan commuter line tersebut hanya sampai Stasiun Gondangdia. Bukan hanya penampilan luar yang membuat pasangan renta tersebut diduga sebagai pengemis olehh penumpang lainnya. Namun juga bau badan yang mereka bawa membuat penumpang lainnya enggan untuk duduk bersebelahan dengan mereka. Jangankan bersebelahan, bau sangat mengganggu tersebut hampir memenuhi seisi gerbong. Setidaknya ada seorang ‘korban’ akibat bau badan tersebut. Seorang Ibu yang awalnya duduk bersebelahan dengan pasangan tua renta tersebut, terpaksa harus keluar dari kereta dan memuntahkan isi perutnya karena tidak tahan dengan bau yang ada. Menjelang kereta hendak melaju, seorang pemuda d...