Postingan

MP3. Sandiwara Radio – Tutur Tinular

Gambar
SEP 1 Pada jamannya, sandiwara radio memiliki tempat khusus dihati masyarakat.  Salah satunya ketika sequel Tutur Tinular disiarkan oleh hampir semua radio swasta di Indonesia.  Ketika itu, boleh dikatakan setiap telinga mendengarkan cerita ini. Kendati ketika itu saya tidak begitu tertarik dengan acara ini, tetapi setelah dua puluh lima tahun saat salah seorang teman saya membrikan file ini, saya merasa bahwa sandiwara radio ini jauh lebih baik dan lebih mendidik ketimbang film sejenis yang diangkat oleh beberapa televisi swasta sekarang ini. Tutur Tinular jelas merupakan cerita  carangan , tetapi tidak menyimpang jauh dari “induknya”.  Dengarlah betapa setting, tokoh (yang bukan tokoh utama, tentunya), dituliskan dengan runtut.  Penulis dengan sangat berhati-hati menyebutkn tahun saka maupun masehi ssuai dengan sejarah yang selama ini kita dengar.  Kedatangan utusan dari Mongolia, pelarian R Wijaya, terbunuhnya Tunggul Ametung dsb, ...

OJO-OJO GUSTI ALLOH WIS *BOSEN* karo SAMPEYAN ???

Gambar
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼 🌼 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 OJO-OJO GUSTI ALLOH WIS *BOSEN* karo SAMPEYAN ???  😭 😭 😭 Seorang tukang tambal dandang bocor bertanya pada seorang Ustadz. Seorang pendidik di kamp ung yang jadi salah satu langganannya. "Pak ustad, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari Rizki sulit, cari pekerjaan susah, pokoknya amburadul hidup saya. Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini2 aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya Ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?" "Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan sampean." "Hahh! Allah bosan dengan saya ?. Maksudnya bagaimana Ustadz?" tanya si tukang tambal dandang bocor itu "Mungkin Allah capek mencari sampean, Cak, sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan." Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan, "Sampean dicari oleh Allah diantara kumpulan orang yang sholat b...

BIOGRAFI KI NARTO SABDHO

Ki Narto Sabdho Ki Nartosabdo (lahir di Klaten, 25 Agustus 1925 – meninggal di Semarang, 7 Oktober 1985 pada umur 60 tahun) adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu dalang ternama saat ini, yaitu Ki Manteb Soedharsono mengakui bahwa Ki Nartosabdo adalah dalang wayang kulit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan belum tergantikan sampai saat ini. Nama asli Ki Nartosabdo adalah  Soenarto . Merupakan putra seorang perajin sarung keris bernama Partinoyo. Kehidupan masa kecilnya yang serba kekurangan membuat Soenarto putus sekolah dalam pendidikan formalnya, yaitu  Standaard School Muhammadiyah  atau SD 5 tahun. Kehidupan ekonomi yang serba sulit membuat Soenarto bekerja membantu pendapatan keluarga melalui bakat seni yang ia miliki. Antara lain ia pernah menjadi seorang pelukis, juga sebagai pemain biola dalam orkes keroncong  Sinar Purnama . Bakat seni tersebut semakin berkembang ketika...

BIOGRAFI KI MANTEB SUDARSONO

Gambar
Ki H Manteb Soedarsono Ki Manteb Soedharsono  (lahir: Sukoharjo, 1948) adalah seorang dalang wayang kulit ternama yang dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai  Dalang Setan . Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern. Saat ini Ki Manteb berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Manteb Soedharsono adalah putra seorang dalang pula, bernama Ki Hardjo Brahim. Ia dilahirkan di desa Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Agustus 1948. Ki Hardjo Brahim adalah seniman tulen yang tidak memiliki pekerjaan lain kecuali mendalang. Manteb sebagai putra pertama dididik dengan keras agar bisa menjadi dalang tulen seperti dirinya. Ki Hardjo sering mengajak Manteb ikut mendalang ketika ia mengadakan pertunjukan. Sementara itu, ibu Manteb...

BIOGRAFI KI H ANOM SUROTO

Gambar
Ki H Anom Suroto ANOM SUROTO, H, (1948 – ), dalang Wayang Kulit Purwa, mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ia lahir di Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu Legi 11 Agustus 1948. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana. Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya. Dalang laris itu juga pernah belajar di Kursus Pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, bahkan pernah juga belajar di Habiranda, Yogyakarta. Saat belajar di Habiranda ia menggunakan nama samaran Margono. Pada tahun 1968, Anom Suroto sudah tampil di RRI (Radio Republik Indonesia), setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978 ia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito. Tahun 1995 ia memperolah Satya ...

Kethoprak Mataram – Kamandaka Lutung Kasarung

Gambar
Cukup lama saya tidak posting kethoprak. Rindu juga rasanya. Tetapi untuk mendapatkan materi kethoprak klasik gaya mentaraman nampaknya tak mudah pula. Saya berusaha mendapatkan file dengan berbagai cara, termasuk membeli kaset baru. Tak terasa, hampir semua judul di toko langganan saya sudah saya beli dan selesai convert. Saya coba memilih lakon untuk saya upload, dari beberapa yang sudah saya miliki tetapi belum sempat saya unggah di blog ini. Salah satu dari banyak lakon wajib yang menjadi andalan group kebanyakan kethoprak pada masa jayanya, adalah Kamandaka Lutung Kasarung. Cerita ini menarik karena menggabungkan antara unsur legenda, humor dan romantisme. Disamping jalan ceritanya yang sudah banyak dikenal. Dikenalnya sebuah lakon kethoprak justru menarik untuk dipentaskan karana penonton ditantang untuk bias memberikan apresiasi secara awam. Maka pilihan saya jatuh pada lakon ini. Ada dua versi lakon Kamandaka Lutung Kasarung yang ada di hard disk saya. Yang pertama, ver...

Ki H Manteb Soedharsono – GADA INTEN

Gambar
MAR 22 Beberapa hari lalu, saya berkesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh muda hebat berdedikasi tinggi dalam sebuah perhelatan yang terbilang “wingit” di Monumen Jaten Karanganyar.  Acara yang bertajuk Wisata Budaya itu dihadiri oleh pemerhati, pelaku dan pecinta wayang seluruh Indonesia dari berbagai kalangan dan profesi., yang tergabung dalam PSMS (Pecinta Sejati Manteb Soedharsono”oye”). Dalam perbincangan singkat saya dengan Mas Nanang HP , Mas Gamblang dan beberapa rekan lain, terbukalah mata saya tentang apa yang disebut dengan “sanggit”.  Dan berbicara sanggit, masing-masing dalang memilikinya, tetapi menghubungkan sanggit dengan “pakem” sehingga ada benang merahnya, tidak banyak daalang yang mampu melakukannya.  Menurut mereka, Pak Manteb adalah satu dari yang sedikit itu.  Postingan kali ini saya peresembahkan khusus untuk insan berdedikasi tinggi, PSMS teriring salam hormat dan salut untuk mereka. Menyimak pekeliran Ki H Manteb Sudharsono, sel...